Saturday, May 2, 2020

SECUIL EPISODE DI TENGAH COVID 19


Tak lepas dari Medsos
Berawal dari bulan maret yang di mana semua kegiatan sekolah mulai diberhentikan, dikarenakan adanya covid 19 yang sedang hadir di Indonesia. Covid 19 (coronavirus disease that was discovered 19) yaitu penyakit virus corona yang ditemukan pada tahun 2019, akan tetapi dampak tidak langsung dengan hadirnya virus tesebut yaitu pada bulan maret, sehingga pembelajaran di sekolah sudah tidak bisa lagi dilaksanakan secara tatap muka. Lalu bagaimana supaya pembelajaran sekolah tetap terlaksana dengan baik? Dari sini lah kemudian media sosial mulai dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang cukup mendukung, yang awalnya media sosial hanya digunakan anak-anak untuk main game. Anak-anak millenial siapa yang tidak mengenal medsos, kecuali anak-anak yang pedesaan yang tidak terjangkau dengan medsos. Hal ini sangat bisa merubah gaya anak-anak yang sudah kecanduan nge game menjadi media belajar melaui medsos, ya mungkin awal-awal sulit untuk merubah dari nge game menjadi media untuk belajar akan tetapi akan mudah bila diberikan pemahaman yang bisa diterima anak-anak dengan hal-hal yang menarik akan pentingnya memanfaatkan medsos di tengah-tengah pandemi covid 19 sebagai media pembelajaran. Berbeda dengan anak-anak yang tidak memilik medsos, mereka sangat kesulitan untuk bisa tetap melaksanakan pembelajaran, sebagaimana yang dialami oleh bapak Avan Fathurrohman seorang guru SDN Batu Putih Laok Sumenep harus mendatangi murid-muridnya ke rumah supaya anak-anak didiknya tetap bisa belajar, begitu juga anak-anak SD di desa saya yang juga mengalami keluhan karena ada beberapa anak yang tidak mempunyai media sosial sehingga terpaksa belajarnya harus ke rumah gurunya. Selain itu orang tua harus disibukkan ikut belajar online untuk  dampingi anak-anaknya di tengah-tengah pekerjaan yang mayoritasnya sebagai petani.
SFH (study from home) & WFH (work from home) antara bahagia dan sedih. Rumah tempat ternyaman yang mayoritas orang bilang karena di rumah lah bisa bertemu, berkumpul dan bersenang-sengan dengan keluarga tercintanya. Adanya pandemi covid 19 yang mengharuskan untuk belajar dan bekerja dari rumah (SFH & WFH) membuat peluang bagi perempuan karir khususnya sehingga dengan adanya WFH bisa memberikan waktunya untuk keluarganya dan bisa membersamainya, meskipun disibukkan dengan kegiatan pribadinya dan kegiatan anak-anaknya yang harus melalui daring online, belum lagi dengan kegiatan rumah yang lainnya. Akan menjadi ancaman bila tidak bisa mengendalikan media sosial antara belajar dan bekerja online atau hanya kesenangan untuk menghabiskan waktunya, semua kegiatan rumah akan terbengkalai bila tidak bisa memanagement waktu dan dirinya, karena sudah terlena dengan medsos. Oh iya pastinya bahagia dan sedih campur jadi satu. Sebagai seorang pendidik di tengah-tengah covid 19 sekreatif mungkin harus menyiapkan materi pembelaran yang menarik, sehingga di sinilah kemudian di sela-sela pembelajaran harus belajar ngedit konten-konten pembelajaran menjadi video yang kreaif dan inovatif untuk membangkitkan semangat anak-anak untuk belajar.

Mengabdi dan Berbakti
Meningkatnya jumlah pasien covid 19 di negeri ini membuat semua khawatir sehingga untuk mengurangi penyebaran pandemi covid 19 ini yaitu dengan memakai masker, cuci tangan dan social distanc yang kemudian akan diberlakukan lockdown, setelah adanya berita bahwa akan diberlakukannya lockdown tak lama kemudian memutuskan untuk mudik (mudiknya sebelum ada larangan mudik) setelah bersibaku di tanah rantau. Meskipun sempat harus isolasi mandiri karena dari luar kota tapi tidak ada kata berhenti untuk tetap belajar dan bekerja melalui daring. Adanya covid 19 ini merupakan waktu terlama di rumah yang bertepatan juga dengan bulan Ramadhan.
Di saat para medis megabdikan dirinya sebagai garda terdepan dalam membantu penyembuhan pasien yang terpapar covid 19. Maka yang bisa saya lakukan saat ini adalah untuk tetap berada di rumah yanga merupakan salah satu anjuran pemerintah dalam rangka penyebaran pandemi ini supaya tetap stay at home. Ternyata untuk tetap berada di rumah saja tidak bisa dilaksanakan, dan terpaksa untuk keluar rumah karena harus membantu orang tua dalam pekerjaannya di pertanian. Berat memang karena di saat pandemi yang mengharuskan untuk tetap di rumah tapi tidak bisa bagi para petani di desa karena jika tidak merawat dan memanen tanamannya maka tidak bisa memenuhi kebutuhannya dalam mempertahankan hidup keluarganya.
Sebagai seorang perempuan yang berperan ganda di publik dan domestik tentu tidak bisa diabaikan salah satu, tetapi bagaimana supaya keduanya tetap berjalan di tengah-tengah pandemi ini. Dengan di rumah saatnya untuk membantu dan berbakti kepada orang tua, di sela-sela itu adalah dimanfaatkan untuk belajar masak meskipun tak seenak masakan restoran tapi seenggknya mengenal dan mengetahui nama-nama peralatan masak dan bumbu-bumbu masakan. Sebagai seorang aktivis maka yang bisa dilakukan dan dikontribusikan saat ini adalah bergerak dengan qolam dan memanfaatkan medsos dengan bijak dan arif untuk mengajak amar ma’ruf nahi munkar di tengah-tengah pandemi covid 19, tetapi harus tetap berbagi kepedulian untuk terjun ke lapangan dengan tetap mematuhi protokol WHO.

Friday, March 20, 2020

Ashima Food (Nasi Goreng)

Nasi goreng adalah kuliner khas Asia khususnya di Indonesia. Kuliner ini bisa dinikmati oleh semua kalangan baik dari kalangan proleta maupun borjuis. Bahanya cukup simpel dan mudah di dapatkan, cara masaknya pun waktunya relatif singkat. Di Indonesia kuliner ini sangat mudah didapatkan mulai dari restoran, kafe, pedangang kaki lima, kuliner2 pinggir jalan, warung makan bahkan di era digital nasi goreng bisa dipesan melalui aplikasi gofood, grabfood dll dan tingga tunggu di rumah. 
Oke di sini Ashima Food mencoba meracik Nasi Goreng yang rasanya juga tak kalah dengan nasi goreng yang ada di restoran. Meskipun dengan menggunakan alat seadanya dikarenakan tak ada kompor di kontrakan sehingga memakai rice cooker dan bahanya tanpa diulek. Yang pastinya menu sehat dari kami.
Bahan:
1. Nasi Putih 
2. Bawang putih
3. Bawang merah
4. Wortel
5. Daun Bawang
6. Kecap
7. Cabe
8. Minyak goreng
9. Garam
10. Gula pasir

Cara memasak:
1. Siapkan dan nyalakan rice cooker dg tekan tombol cooking kira-kira 2 menit
2. Masukkan minya goreng 1 setengah sendok teh
3. Setelah minyaknya panas masukkan bawang putih yang sdh di geprek+iris kemudian dilanjutkan irisan bawngh merah lalu mamsukkan garam secukupnya dan gula pasir sedikit sebagai pengganti penyedap, kemudian masukkan wortel yang sudah dipotong kecil-kecil
4. Setlah 3 menit masukkan nasi goreng dan ratakan dengan bumbunya kemudian masukkan kecap dan aduk sampai rata dan sampai matang
5. Nasi goreng siap dihidangkan dipiring dan siap dinikmati


Semoga bermanfaat ya temn-teman di saat situasi indonesia yang sekarang perlu perhatian penuh dengan adanya virus corona #dirumahaja #ashimafood #terAShima #social distance #healthy

Sunday, March 15, 2020

14 Maret 2020 masih bersama Ikatan

"Sejak berdirinya IMM immawan & immawati itu sama" (Elidah Djazman). Sebagai immawati perlu disyukuri perempuan bisa berperan dan mengekspresikan dirinya di dalam tubuh ikatan yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiya. Ikatan yang terbuka untuk perempuan dalam bergerak di publik untuk para IMMawati. Mengejewantahkan trilogi ikatan: keagamaan, kemahasiswaan & kemasyarakatan dalam bergerak di ikatan merah dan ikatan penah ini yang bersemboyankan billahi fii sabilil haq fastabiqul khairot. Begitu berarti bila ikatan ini mampu bersatu dan berkolaborasi dalam memajukan Ikatan, Persyarikatan dan Bangsa ini. 
Berbicara IMM disitulah ada penggerak yang bernama IMMawan & IMMawati sebagai pelakunya. Sebagai harapan penyambung generasi berikutnya sebagi pencipta generasi ke depan yang lebih baik dari hari ini. IMM hadir dengan memberi makna yang berarti, memberi warna di dalam persyarikan dan di luar persayrikatan. Semangat merahnya yang tak pernah luntur, putih melatihnya yang selalu mengahrumkan, kuning matahari yang selalu menyinari dan menerangi.
Menyelami IMM di negri ini yang berisikan laboratorium intelektual, keagamaan & pemberdayaan sosial. sehingga mampu mencerahkan dan memberi ruang kepada para perempuan teekhusus immawati untuk bosa turut berkontribusi dalam ikatan yang tak pernah padam. 
Negeri indah adil dan makmur sebuah harapan dari ikatan untuk mewujudkannya, salah satunya adalah dengan adanya kerjasama antara immawan & immawati karana keduanya mempunyai peran yang sama. Selamat Milad IMM ke 56 yang telah melengkapi sebagian cerita hidupku.

Sunday, February 9, 2020

Revitalisasi Identitas IMMawati Sebagai Role Model Ikatan


Menjelang 56 tahun IMMawati telah hadir di tubuh ikatan bersamaan dengan hadirnya IMM. Immawati itulah sapaan kader putri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Hadirnya IMMawati di dalam sebuah Ikatan adalah untuk mengimplementasikan QS. Ali Imron: 104. Immawati sebagai gerakan mahasiswa islam di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Immawati Elida Djazman merupakan immawati pertama di IMM dan beliau memberi pean bahwa sejak berdirinya IMM posisi immawan dan immawati itu sama.
Dengan IMM inilah immawati mulai bisa berperan di berbagai bidang baik di bidang pendidikan, ekonomi, politik, kesehatan dan sosial. Immawati sebagai sebuah gerakan sosial keagamaan yang berada di IMM merupkan wadah khusus bagi usaha IMM untuk memberdayakan fungsi dan peran-peran keummatan yang semestinya dilakukan oleh Immawati.
Dalam kongres Perempuan Indonesia ke 1 pada 1923, organisasi perempuan di seluruh Indonesia bertemu dengan tujuan untuk mendiskusikan seputar gender, membentuk mekanisme hubungan antar perempuan dan menyamakan suara pembelaan terhadap kepentingan perempuan Indonesia yang ditujukan kepada pemerintah. Sebagai immawati tidak hanya sebagai pelanjut estafet ‘aisyiyah tetapi juga sudah memulai untuk peka terhadap isu-isu yang ada dan melakukan pembelaan kepada kaum lemah untuk membangun peradaban yang berkemajuan. Sebagaimana orientasi gerakan immawati bahwa immawati sebagai gerakan akademisi Islam yang terkait dengan pengejewantahan trilogi IMM yaitu kemahasiswaan, keagamaan dan kemasyarakatan yang membangun suatu peradaban bagi bentuk gerak langkah immawati kini dan esok.
Keberadaan bidang immawati sendiri itu bukan sebagai wadah putri yang tertutup tapi juga sebagai stabilisator organisasi IMM baik dalam administrasi maupun aksi karena di dalamnya kader immawan dan immawati itu sebagai mitra dalam rangka untuk mewujudkan tujuan IMM dan Muhammadiyah. Bidang immawati mempunyai tujuan untuk mengupayakan tercapainya tujuan IMM yaitu mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlaq mulia dalam rangka mencapai tujuan muhammadiyah, memberi pengetahuan agar mampu memahami peran perempuan di IMM serta mampu untuk menganalisis dan manajement isu-isu perempuan dan memperluas wawasan tentang immawati dan adil gender dalam IMM yang tetap sesuai dengan al Qur’an dan as Sunnah.
Immawati harus mampu menstabilkan antara perasaan dan akalnya mengingat dominasi immawati di tubuh ikatan tetapi perannya yang di rasa masih kurang, maka di sini immawati juga harus mengembangkan keilmuannya, memperluas wawasannya dan peduli terhadap apa yang ada di sekitarnya. IMM yang mempunyai gerakan anggun dalam moral dan unggul dalam intelektuan, dengan demikian immawati harus mampu mengimplementasikannya dalam kehidupannya sehingga identitas immawati itu terbentuk. Immawati harus bisa mempunyai kapasitas intelektual sehingga mampu mengatualisasikan ilmunya untuk melakukan perubahan, mempunyai skil kesenian maupun ketrampilan untuk membentuk kemandirian immawati dan juga sebagai poros pergerakan perempuan yang tetap berpegang pada al Qur’an dan as Sunnah. Adapun manifesto immawati yang dihasilkan oleh bidang immawati DPP adalah immawati sebagai penguat nilai-nilai keislaman, immawati sebagai basis gerakan perempuan dan immawati sebagai penguat pilar bangsa. Supaya identitas immawati itu terbentuk juga perlu adanya profile immawati dan gerakan strategis advokasi perempuan. 


Tuesday, June 11, 2019

Serabi 10 Hari

Menjelang lebaran merupakan momentum liburan yang cukup lama bagi kalangan mahasiswa, pekerja dan anak-anak sekolah, ada yang digunakan untuk mudik ke kampung halaman bagi para perantau, liburan dan lain sebagainya. So pasti yang pertama kali kita temui adalah orang tua dan keluarga kita. Hari sabtu/01 Juni 2019 perjalanan menuju kampung halaman tepatnya di desa Solokuro, kecamatan Solokuro, kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur 62265 sudah ku lalui. Aktivitas di rumah tidak jauh beda dengan liburan-liburan sebelumnya yang tak lain silaturrohmi ke keluarga, silaturrohmi bareng teman-teman TK sampai MTs, darus bareng para remaja musholla, JTF, IPM dan anak-anak pondok yang sedang libur.

Ketika di rumah maka kita tidak akan lepas dengan masyarakat yang ada disekeliling kita. Dan sering kali kalau para perantau pulang maka akan seperti menjadi orang asing karena masyarakat sekitar ada yang merasa pangkling ketika melihat warganya yang pulang dari perantauan entar itu dari segi fisiknya maupun yang lain. Dan kejadian itu terjadi ketika hari pertama liburanku di rumah, saat sholat tarawih semua warga desa pada ke masjid jami’ Solokura yang berada di tengah-tengah desa (masjid bersejarah yang di depannya ada sumber mata air). Sajadah mulai digelar oleh masing-masing jama’ah, meluruskan dan merapatkan shof. Para jama’ah disampingku tiba-tiba melihat diriku tanpa henti dan ku balas senyum ibuknya si han (batinku ibuknya han knapa lihat terus tanpa henti padahal sy itu tau kalau itu ibuknya) dan ternyata ibu tersebut menyimpan pertanyaan kepadaku dan setelah sholat isya’ mulai bertanya “sampean anaknya har to?” Jawabku nggih. “tak tenger kaet ndek mau anak,e har opo sopo iku, ya Allah padahal y masih keluargane” ujarnya. “na mantuk kpn?” dinten sabtu wau. Dan akhirnya ibu tersebut menceritakan anak perempuannya yang skarang smester 4.

Hubungan sosial tidak akan lepas dari diri kita karena kita hidup di dunia ini saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Dan sapalah orang-orang yang ada disekitar kita apalagi kalau hidup di desa saling menyapa adalah sesuatu yang sangat penting karena dengan menyapa tersebut rasa kekeluargaan itu akan semakin erat. Suatu ketika pulang dari masjid sy ketemu si mbah (beliau tetangga satu RW), ku sapa “mbah..?” jawabnya sinten iku? Iin, “gk sampean sopo kulo nggih mboten ngertos ne iin, mantuk kpn, sampun lulus ta? Nggih alhamdulillah sampun, mantuk dinten sambu, “alhamdulillah nah neng kono wae gk usah balik, neng kene yo meh ngopo yoan.” Jadi gaes kalau kalian pada pulkam jangan lupa saling sapa antar saudara sesama baik yang dekat maupun yang jauh.

Kegiatan yang tak pernah hilang sampai sekarang adalah kumpul bareng temn seangkatan, ntr itu bakaran maupun makan-makan bareng itulah kegiatan teman seangkatan saya, emang berbeda dengan angkatan-angkatan yang lain yang biasanya kumpul sama temn seangkatanya piknik tapi angkatanku pasti makan bareng di rumahnya mbk an mulai dari ngolah bumbu sampai motong ayampun dari kita yang nantinya di makan bareng di atas daun pisang. Persaudaraan tetap harus dijaga dan rasa kepedulian terhadap sesama.

Puasa Ramadhan 1440 H akan berakhir para remaja mushollah, IPM, JTF akan menyelenggarkan khataman Qur’an yang akan dilaksanakan di musholla al Amin seperti tahun-tahun kemarin setiap orang dapet jatah menyelesaikan satu juz al Qur’an, mushollah mulai ramai dengan bacaan al Qur’an yang awalnya hanya beberapa anak yang hadir semakin malam semakin banyak yang berdatangan sampai memenuhi mushollah, setelah semua selesai membaca al Qur’an kemudian ditutup dengan membaca do’a khotmil Qur’an secara bersama sama. Dan rangkaian acara selanjutnya yaitu berbagi reward kepada peserta darus Qur’an yang aktif dan yang terakhir adalah makan bersama, kira-kira selesai pukul 22.30 WIB.
Malam takbiran mulai berdendang dari pojok timur sampai pojok barat, mushollah-mushollah dan masjid. Dan malam takbiran ini saya ditugasi sbg juri gema takbir madrasah diniyah awaliyah at Taqwa Muhammadiyah, di sini saya bertemu dengan guru-guru saya, temn seperjuangan dan masih banyak lagi. Setelah ngobrol lama sama panitia dan para juri yang lain, meskipun saya juri perempuan sendiri tapi tak apa dari sbg perwakilan dari perempuan karena pesertanya juga dari madin putra dan putri.
Para santri mulai berkumpul dan berbaris rapi di depan mushollah at Taqwa tiba-tiba saya dipanggil tetanggaku diminta pulang.

Sholat Eid dilaksankan di halaman perguruan Muhammadiyah dengan imam dan khotib dari majelis tabligh PDM Lamongan beliau meyampiakn beberapa pesan yang bisa diambil bahwa “seseorang yang ingin masuk surga maka ada beberapa hal yang harus dilalui, perjalanan menuju pintu surga itu butuh ilmu,  pintunya adalah ibadah baik mahdhoh maupun ghoiru mahdhoh dan kuncinya adalah tauhid.” Setelah melaksanakan sholat ied tradisi selanjutnya adalah saling bermaaf-maafan mulai dari kedua orang tua kita , tetangga, keluarga dekat maupun yang jauh. Dengan begitu saya ucapkan kepada semua yang belum bertemu “Taqobbalallahu Minna wa Minkum, Minal ‘aaidin wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin”

Liburan jika ada kegiatan di rumah maupun di masyarakat maka liburan kita akan bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat yang ada di sekitarnya tetapi jika liburan kita hanya di rumah saja maka seperti manusia domestik yang hanya berguna untuk dirinya sendiri.


Serba-Serbi 10 Hari
Solokuro village, Lamongan 01-10 Juni 2019

Friday, February 22, 2019

Perempuan dalam Mitigasi Bencana


Indonesia adalah salah satu Negara di dunia yang paling rawan bencana dan termasuk yang berpotensi dalam perubahan iklim. Pada tahun 2018 telah tercatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekitar 1.999 kejadian bencana di antaranya gempa, tsunami, erupsi gunung api, banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, puting beliung, cuaca ekstrim dan lain sebagainya. Bencana terus melanda muka bumi ini terutama di Indoneisa berupa  bencana alam maupun bencana sosial. Bencana yang mengakibatkan kematian banyak orang dan hewan serta berdampak pada kerusakan infrastrktur bahkan mengakibatkan ketidaksetaraan gender. Maka representasi perempuan dalam penanggulangan bencana, mitigasi, kesiapan, bantuan darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi sangatlah dibutuhkan perannya karena perempuan lebih rentan mengalami penderitaan dalam situasi bencana dan konflik.
Secara struktural bencana telah banyak menyebabkan perempuan menjadi miskin, disamping itu perempuan harus mengalami masrginalisasi dalam penanganan bencana. Perempuan dikonstruksi sebagai kelompok tersubordinasi oleh laki-laki sehingga perempuan harus menderita kesulitan untuk akses terhadap informasi tak terkecuali ketika terjadi bencana sampai tahap mitogasi bencana. Perempuan memiliki keterbatasan akses terhadap sumberdaya seperti jaringan sosial, transportasi, informasi, keterampilan, kontrol sumberdaya alam dan ekonomi, mobilitas individu, tempat tinggal dan pekerjaan. Keterbatasan akses berdampak pada proses mitigasi dan pemulihan akibat bencana sehingga marginalisasi ini telah menyebabkan perempuan harus menanggung penderitaan yang lebih berat ketika tertimpa bencana. Perempuan memiliki tugas-tugas domestik di rumah tangga seperti mengurus anak, orang tua yang berusia lanjut dan anggota keluarga yang memiliki keterbatasan fisik akibat bencana. Perempuan tidak memiliki kebebasan berpindah tempat untuk mencari pekerjaan setelah mengalami bencana, sementara laki-laki secara leluasa dapat berpindah tempat dan meninggalkan rumah tangga tanpa terkait tugas domestik.
Dalam kondisi tersebut seorang perempuan sangatlah rentan ketika terjadi bencana karena menyebabkan keterberdayaan dan pemiskinan lebih lanjut apalagi jika terjadi pada seorang perempuan janda dan dengan terjadinya bencana akan berdampak pada psikososil anak-anak yang harusnya menikmati pendidikan, tempat bermain yang nyaman dan menyenangkan juga perhatian dari orang tua. Perempuan memiliki peran strategis dalam menghadapi bencana agar resiko yang ditimbulkan akibat bencana dapat ditekan melalui upaya peningkatan perempuan dalam mitigasi bencana. Pada situasi bencana perempuan berperan dalam pemulihan, rehabilitasi dan rekontruksi terhadap anak-anak, perempuan lansia dan korban bencana yang lain di antaranya yaitu dengan memperluas dukungan psiko-sosial dan diversifikasi mata pencaharian dalam masa pemulihan bencana karena seorang perempuan sangat penting untuk manajemen resiko yang efektif dalam mempersiapkan rumah tangga, menyimpan stok makanan dan mempertahankan jaringan sosial untuk penyebaran informasi, pemulihan anak-anak dan masyarakat.. Dalam UU No. 24/2007 tentang penananggulangan bencana menetapkan prinsip kesetaraan di hadapan hukum dan dalam pemerintah, yang berarti bahwa isi ketentuan dalam penanggulangan bencana tidak dapat terkait dengan masalah yang membedakan latar belakang agama, etnis, ras, kelompok, gender atau status sosial.

Thursday, August 9, 2018

The Moment

Presidenku Penentu Bangsaku
Sepucuk Surat Ku Kirimkan Padamu

Semua masyarakat pasti mengetahui siapa presiden kita, mulai dari masyarakat menengah ke bawah sampai menengah ke atas bahkan anak-anak pun mengetahui siapa pemimpin negeri ini. Tidak ada yang tau ke depan anak-anak kita yang akan menjadi pemimpin negeri ini, oleh karena itu mari kita siapkan anak-anak kita agar menjadi pemimpin yang mampu menjaga negeranya dari kemaksiatan, dari kejahatan, ketidakadilan bahkan kerusakan Negara, akan tetapi yang mampu mewujudkan Negara Peradaban dan Perdamaian dan tak lupa menjadikan Negara yang Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofuur, siapa tau besok yang akan menjadi presiden adalah anak-anak kita, tentunya yang mampu mengayomi masyarakatnya dan yang selalu peduli terhadap anak-anak. Tepat pada tanggal 23 Juli merupakan hari yang dinobatkan sebagai Hari Anak Nasional yang berawal dari gagasan Presiden RI  yang ke 2 yaitu Bapak Soeharto, beliau melihat bahwa anak-anak itu merupakan aset kemajuan bangsa, sehingga sejak tahun 1984 berdasarkan keputusan Presiden RI No 44 tahun 1984, ditetapkan setiap tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Maka disitulah  peran Guru atau Pendidik sangat penting dan sangat dibutuhkan bagi anak-anak karena keberhasilan peserta didik salah satunya adalah seoarang guru.
Pada hari Selasa/ 24 Juli 2018 Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Program Khusus Kartasura memperingati Hari anak Nasional dengan mengirimkan 500 Surat buat bapak Presiden. Dengan mengirimkan surat kepada bapak Presiden ini sangat disambut antusias oleh anak-anak karena dengan begitu anak-anak bisa mengirimkan beberapa tulisan yang nantinya akan dibaca oleh bapak Presiden. Tidak hanya cukup mengirimkan sepucuk suratnya tersampaikan akan tetapi harapan besarnya anak-anak adalah bisa bertemu dengan bapak Presiden yang pada saat ini dipimpin oleh bapak Joko Widodo yang kebetulan juga orang Solo tapi kebanyakan anak-anak tidak mengetahui bahwa bapak Joko Widodo berasal dari Solo. Kretivitas anak-anak luar biasa mulai dari isi surat yang ditulisnya bahkan hiasan suratnya bermacam-macam dan cukup menarik meskipun sebagian anak yang tulisannya tidak bisa dibaca akan tetapi perlu kita apresiasi karena sudah berusaha untuk membuat sepucuk surat buat pak Presiden. Sebelum masing-masing suratnya dimasukkan ke dalam kotak, upacara peringatan pun dilakukan dilapangan MIM PK Kartasura dengan disambut olek Kepala MIM PK Kartasura. Kesabaran anak-anak mulai tidak tertahankan karena ingin segera memasukkan sepucuk suratnya ke dalam kotak agar segera dibaca oleh bapak Presiden dan tak sabar lagi ingin bertemu bapak Presiden. Dengan pertanyaan anak-anak “Us pak Presidennya kapan datang?” jawabku dengan mengajukan pertanyaan lagi “kamu ingin bertemu pak Presiden atau besok ingin menjadi pak Presiden?” dan anak-anak pun selain ingin bertemu tapi juga ingin menjadi Presiden yaitu Presiden yang bisa menjaga Negaranya. Dengan kepolosan anak-anak itu merupakan sesuatu yang ke depannya bisa jadi terwujud. Oleh karena itu tugas seorang pendidik itu sangat perlu dan dibutuhkan karena besok ketika anak-anak besar itu akan selalu ingat apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh seorang guru dan seorang guru harus mampu menjadi teladan yang baik bagi peserta didiknya. 
Kujujuran anak-anak dalam mengungkapkan keinginannya di selembar kertas yang akan dikirimkan ke bapak presiden Joko Widodo. “Bapak Presiden yang saya hormati, saya minta bapak menjaga Indonesia agar tidak perang seperti di TV dan saya merasa kasihan sama bunda karena kerja keras terus sampai malam akan tetapi barang kebutuhan semakin mahal” (salah satu isi surat anak MIM PK Kartasura, 24 Juli 2018)  ada juga yang meggoreskan penanya dalam isi suratnya supaya bapak presiden peduli dan sayang terhadap anak-anak karena keinginan anak-anak tidak hanya bersekolah di tingkat dasar tapi ada kenginginan sampai melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, oleh karena itu dalam pendidikan harus dipermudah. Bapak presiden lah yang akan membawa Negara ini karena sebagai pemimpin bangsa, dengan begitu maka jadilah presiden yang mampu membawa Negara Indonesia lebih maju dan selalu berkembang serta kualitas dan kuantitas pendidikan yang harus selalu mengalami perubahan menjadi lebih baik agar anak-anak Indonesia bisa membawa nama harum bagi Negara Indonesia.
Anak-anak adalah harapan dan simbol masa depan bangsa yang harus dijaga, harus diarahkan kepada yang baik dan harus didik dari sekarang. Anak-anak itulah yang kelak akan semakin berkembang sesuai dengan zamannya apalagi dengan zaman yang sekarang (generasi millennial) dan yang ke depan adalah sebagai penentu negeri ini maka tugas seorang pendidik ini sangatlah berpengaruh dan harus mampu membentuk karakter anak yang berkepribadian yang baik dan berakhlaqul karimah. Pendidik yang mampu mengasah bakat kreatifitas anak supaya seorang anak atau peserta didik tidak hanya menguasai satu ilmu tapi beribu-ribu ilmu yang nantinya akan disebarkan seluas-luasnya disegala penjuru. Dengan demikian tetaplah bersekolah, menuntut ilmu di mana saja dan kapan saja sehingga ke depannya tercapailah cita-cita kalian baik menjadi guru, insinyur, dokter, presiden, tentara dan lain sebagaiya tapi tetaplah kalian kembali ke Muhammadiyah yang dari sekarang kalian sudah belajar di Madarasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Program Khusus Kartasura.

Pendidikan dan Keteladanan

Sejak diturunkannya Nabi Adam dan Hawa di muka bumi proses pendidikan sudah dilakukan dan diajarkan, dalam ceritanya di buku qoshosul qur’an...